Senin, 20 Maret 2017
Perbandingan profesi Polisi dan TNI
Ichsan Widitianto
14113196 - 4KA31
Universitas Gunadarma
Perbandingan 2 profesi, polisi dan TNI.
Polisi
Polisi merupakan aparat Negara yang mempunyai tugas utama menjaga keamanandan ketertiban masyarakat. Adapun tugas dan wewenang kepolisian Indonesia diantaranya, yaitu :
1. Sebagai alat Negara penegak hokum, memelihara serta meningkatkan terti hokum.
2. Sebagai pengayom, memberikan pelindungan dan pelayanan kepada masyarakat bagi tegaknya ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Membina ketentraman masyarakat dalam wilayan Negara guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
4. Membimbing masyarakat demi terciptanya kondisi yang memnunjang terselenggaranya usaha dan kegiatan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kedudukan dan Peran Polisi
Kedudukan dan peran Polri dalam Era Reformasi, setelah diundangkannya Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai pengganti Undang-Undang No. 28 Tahun 1997 membawa perubahan fungsi Polri berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dimana pelaksanaan tugasnya secara tegas telah dipisahkan dari tentara. Ini ditetapkan berdasarkan TAP MPR No. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta TAP MPR No. VII/MPR/2000 tentang Peran Tentara Nasional Indonesia dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Perubahan peraturan ini membuat peran dan kedudukan Polri yang setara dengan TNI. Diharapkan juga dengan peraturan ini membuat peran yang setara dengan Kejaksaan Agung dan departemen-departemen lainnya, termasuk lembaga pemerintah non-departemen atau setara dengan menteri negara. Keluarnya Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan pengaturan kedudukan dan peran Polri pasca Undang- Undang No. 28 Tahun 1997.
Sedangkan dalam rangka menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan 14 di bidang proses pidana, Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk:
1. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan;
2. Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan;
3. Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan;
4. Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri;
5. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat;
6. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;
7. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara;
8. Mengadakan penghentian penyidikan;
9. Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum;
10. Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menangkal orang yang disangka melakukan tindak pidana;
11. Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum; dan
12. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.
TNI
Tentara adalah warga negara yang dipersiapkan dan dipersenjatai untuk tugas-tugas pertahanan negara guna menghadapi ancaman militer maupun ancaman bersenjata. TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan panglima TNI.
Salah satu jati diri TNI merupakan tentara profesional terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.
TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. TNI berfungsi sebagai berikut:
1. Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
2. Penindak terhadap setiap bentuk ancaman.
3. Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.
TNI bertugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Dalam melakukan tugas tersebut dilakukan dengan dua operasi militer, yang pertama operasi militer dan kedua operasi militer selain perang yang meliputi sebagai berikut:
1. Mengatasi gerakan separatis bersenjata.
2. Mengatasi pemberontakan bersenjata.
3. Mengatasi aksi terorisme.
4. Mengamankan wilayah perbatasan.
5. Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.
6. Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.
7. Mengamankan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya.
8. Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.
9. Membantu tugas pemerintahan di daerah.
10. Membantu Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang.
11. Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia.
12. Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.
13. Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue) serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.
Daftar pustaka :
- http://www.gresnews.com/berita/tips/181247-peran-tugas-dan-fungsi-tni/0/
- http://al-badar.net/pengertian-tugas-dan-wewenang-kepolisian-polri/
- http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-polisi-definisi-fungsi.html
Sabtu, 14 Januari 2017
perkembangan teknologi telematika berbasis internet
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini akhirnya bisa diselesaikan.
Makalah dengan judul “Perkembangan Teknologi Telematika Berbasis Internet” ini disesuaikan dengan tujuannya untuk menunjang perkuliahan dalam mata kuliah PENGANTAR TELEMATIKA serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengampu kepada kami.
Materi diskusi sudah diurutkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, sehingga Mahasiswa insya Allah dapat dengan mudah memahami.
Penulis menyadari bahwa masih banyak ketidaksempurnaan pada penulisan makalah ini, baik isi maupun redaksinya, oleh karenanya kritik dan saran yang membangun diharapkan dapat memperbaiki makalah ini untuk selanjutnya.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung ataupun tidak terhadap terselesaikannya makalah ini.
Akhir kata, insya Allah makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Depok,16 Oktober 2015
Hormat kami
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan Telematika
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan
sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh
lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara
teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing
berkembang secara terpisah.
Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem
elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya
istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini
sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya
merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai
medium adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim
Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah
Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and
Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun
sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang
pengkajiannya.
Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika
Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran
(konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi
telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia. Dalam
perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan
jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi
dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia,
bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi
elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim
begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi
interaktif.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Perkembangan dan kemajuan yang pesat dibidang Telematika atau
Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia memicu berbagai dampak baik
yang bersifat positif maupun negatif masyarakat Indonesia sendiri sebagai
pengguna. Oleh karenanya dibutuhkan berbagai pencegahan maupun tindakan
preventif dari pemerintah sebagai pembuat aturan hukum di Indonesia untuk
mengurangi dampak negatif dari kemajuan Telematika tersebut. Salah satu dari
upaya pemerintah tersebut adalah pembuatan peraturan perundang-undangan yang
mengatur lalu lintas transaksi elektronik yang menggunakan bidang Telematika
sebagai sarananya. Makalah ini akan memaparkan aspek hukum tersebut yaitu
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
(UU ITE) sebagai salah satu acuan penegakkan hukum di Indonesia dibidang
Telematika.
1.3 TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami definisi dan perkembangan Telematika atau Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia beserta produk-produk hukum yang dibuat pemerintah yang menyertai perkembangan bidang teknologi yang berbasiskan informasi tersebut.
LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN TELEMATIKA
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis
"TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi
dengan teknologi informasi. Pertama kali memperkenalkan kata ini adalah penulis
buku berjudul “L’informatisation de la Societe” yaitu Simon Nora dan Alain Minc
pada tahun 1978. Istilah telematika dari segi hukum adalah perkembangan sistem
elektronik berbasis digital antara teknologi informasi dan media yang awalnya
masing – masing berkembang secara terpisah. Para praktisi menyatakan bahwa
TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS"
sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication.
Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid
technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan
ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi
semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula
Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi
informasi dan komunikasi pada saat itu. Menurut Wikipedia, Telematika adalah
singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam
bidang,contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan
informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT
(Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT
merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan
informasi dengan menggunakan peralatantelekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk
teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning
System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi
berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai
untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
2.2 PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat
Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis
ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat
sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi
upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal
70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke
arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum
mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan
informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit
telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan
berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa
yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
2.3 TREND TELEMATIKA KE DEPAN
Berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, masyarakat
diharuskan untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Mengenai
trend ke depan Telematika, merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan
menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyrakat. Hal
terpenting dalam proses perkembangannya yaitu dilakukan dengan penuh tanggung
jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga
tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois).
Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat
diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun
dari kalangan bawah.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak
akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala
terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot
serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan
dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung
dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai
terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi.
Antarmuka pun sudah semakin bersahabat,seperti software
Microsoft, desktop Ubuntu, GoogleApps, YahooApps Live.
Semua itu berlomba-lomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan
lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang
oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan
oleh penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin
dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat
dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan
adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada
harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Ada lima kelompok industry yang berperan besar dalam
perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:
- Infrastruktur Telekomunikasi
(biasanya resiko bisnis paling besar)
- Infrastruktur Internet
(biasanya resiko bisnis sedang & rendah)
- Hosting service (biasanya
resiko bisnis rendah)
- Transaction type service
(biasanya resiko bisnis rendah)
- Content / knowledge producer
(biasanya resiko bisnis rendah)
2.4 PERKEMBANGAN TELEMATIKA DARI BERBAGAI ASPEK
E-goverment
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi
pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang
mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI).
TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi
dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi
telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.
Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya
adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web
internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui
sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara
transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari
mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak
hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur
pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat
provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah
DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara
lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan
bentuk interaktif lainnya.
E-commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses
transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan
pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang,
mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi
perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak
(soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki
istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online,
baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut
terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM
(Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.
E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia
pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan
yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan
modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web
atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi
telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan
dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek
jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam
kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi,
perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung.
Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang
memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan
sebelumnya.
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah
Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran
dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem
Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul
belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada
e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang
memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat
berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position
System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini
4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta
teleconference.
E-Banking
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan Telematika yang
sangat pesat menjadikannya bagian dari insfrastruktur pembangunan. Sebagai
bukti, Telematika dapat mempercepat transaksi dan perhitungan bisnis menjadi
lebih akurat melalui e-commerce. Hampir semua transaksi bisa dilakukan dimana
saja dan kapan saja, contohnya adalah penggunaan internet banking yang semakin
gencar belakangan ini.
Internet banking atau e-banking adalah salah satu aplikasi di
dunia bisnis yang berbasis internet. E-banking didukung oleh perkembangan
teknologi informasi, telekomunikasi dan tentunya internet. Di Indonesia
sendiri, hampir semua bank sudah mempunyai aplikasi internet banking, sebagai
contoh Bank BCA dengan aplikasi Klik BCA.
Adapun persyaratan bisnis untuk Internet Banking adalah :
- Aplikasi yang mudah digunakan :
implementasi agar memudahkan pengguna adalah melalui pendekatan
menggunakan web browser.
- Layanan dapat dijangkau dimana
saja : dengan menggunakan internet sebagai penghubung, memungkinkan untuk
aplikasi ini dapat diakses dari mana saja di dunia.
- Murah : dengan adanya internet,
biaya pengaksesan Internet Banking menjadi lebih murah.
- Aman : untuk keamanan,
dilakukan dengan menerapkan teknik kriptografi (penggunaan enkripsi dengan
SSL/ Secure Socket Layer) atau VPN( Virtual Private Network) untuk
menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang.
- Dapat diandalkan.
2.5 STUDI KASUS TELEMATIKA : EPAPER GUNADARMA
Seiring perkembangan telematika yang semakin maju, semakin
bertambah juga orang-orang yang menyalahgunakannya.Tidak heran jika kita lebih
sering mendengar dan mengetahui kasus-kasus telematika yang bernilai negatif
dibandingkan dengan dampak positif telematikanya. Kasus terbaru bahkan
melibatkan negara, bukan hanya satu melainkan dua negara. Ya, kasus tersebut
adalah penyadapan yang dilakukan Australia terhadap petinggi negara kita,
Indonesia.
Walaupun kasus tersebut sedang "laku" di mana-mana,
tapi saya tidak akan membahas kasus tersebut, karena sudah terlalu banyak yang
membahasnya. Di sini saya akan membahas contoh kasus telematika yang bernilai
positif, yaitu pemanfaatan telematika dalam bidang pendidikan. Contoh yang saya
ambil ini terinspirasi dari saya sendiri dan teman-teman di Gunadarma. Contoh
kasus telematika ini mengenai e-paper.
E-paper adalah salah satu fasilitas yang dikembangkan oleh
bagian perpustakaan Universitas Gunadarma. E-paper ini dibuat untuk membantu
para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan Penulisan Ilmiah, Skripsi,
ataupun penulisan Jurnal. Jadi, melalui e-paper ini mahasiswa Gunadarma dapat
melihat contoh-contoh PI, Skripsi, atau jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan
Gunadarma. Dalam e-paper tersebut kita dapat melihat PI dan Skripsi mulai dari
cover sampai listing programnya.
E-paper ini sangat membantu saya dan teman-teman yang semester 6
kemarin harus membuat Penulisan Ilmiah. Karena dengan adanya e-paper ini kita
tidak bingung lagi untuk menentukan bagaimana format penulisannya,
kalimat-kalimat yang digunakan, tahapan penulisan dalam setiap babnya, dan
lain-lain. Walaupun kita dibimbing oleh Dosen Pembimbing dalam penulisannya,
e-paper tetap sangat membantu, setidaknya kita jadi tidak perlu melakukan
banyak revisi karena kita sudah melihat contoh-contoh yang ada di e-paper,
dimana contoh-contoh tersebut sudah "sah" atau benar. Dengan adanya
e-paper ini sangat membantu mahasiswa gunadarma dalam kegiatan akedimiknya,
khususnya penulisan atau tugas akhir.
Pemanfaatan telematika dalam hal ini berdampak sangat positif,
saya dan teman-teman bahkan mungkin seluruh mahasiswa gunadarma yang sudah
mengetahui e-paper, pasti sudah mendapatkan manfaat positifnya. Namun, mungkin
belum seluruh mahasiswa mengetahui fasilitas ini, khususnya mahasiswa baru.
Oleh karena itu, perlu "promosi" lain agar seluruh mahasiswa dapat
mengetahuinya, sehingga ketika mereka membutuhkan contoh-contoh PI, Skripsi,
atau jurnal, mereka tidak lagi kesulitan.
Menurut saya, pemanfaatan telematika seperti e-paper ini perlu
disebarluaskan dan dikembangkan lagi, tidak terbatas hanya pada instansi atau
bidang tertentu saja, apalagi manfaatnya berdampak positif.
3. PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.
4. DAFTAR PUSTAKA
http://annisafujiyana.blogspot.co.id/2014/10/paper-telematika_24.html
http://ebbyboooy.blogspot.co.id/2013/10/tugas-pengantar-telematika.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://upadama.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-telematika.html
Teknologi Google Earth
Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga lisensi berbeda: Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial.
Sejarah Google Earth – Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial.
Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth memolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.
Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya. Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM.
Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).
Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D. Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), bangunan 3d terbatas pada beberapa kota, dan memiliki pemunculan yang buruk tanpa tekstur apapun. Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detil 3D-nya; termasuk (tetapi tidak terbatas kepada) di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota pertama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade. Pemunculan tiga dimensi itu tersedia untuk beberapa bangunan dan struktur di seluruh dunia melalui Gudang 3D Google dan situs web lainnya.
Pada versi 4.2, diluncurkan pada 22 Agustus 2007, Google Earth menambah sebuah peralatan Sky untuk melihat gambar bintang dan luar angkasa. Google Sky dibuat oleh Google melalui kerjasama dengan Institut Pengetahuan Teleskop Luar Angkasa di Baltimore, pusa operasi Hubble. Dr. Alberto Conti dan pembuatnya Dr. Carol Christian dari Institut Pengetahuan Teleskop Luar Angkasa, merencanakan untuk menambah gambar publik mulai 2007, juga gambar berwarna dari semua data arsip dari Kamera Hubble untuk Survei. Gambar terbaru Hubble akan dimasukkan dalam program Google Sky setelah diambil. Fitur baru seperti data multi-panjang, posisi satelit besar dan orbitnya juga sumber pengetahuan akan disediakan ke komunitas Google Earth dan juga melalui situs web untuk Sky milik Christian dan Conti. Juga yang terlihat pada mode Sky adalah konstelasi, bintang, galaksi dan animasi yang memperlihatkan orbit planet. Sebuah tambahan transien luar angkasa Google Sky, menggunakan protokol VOEvent, disediakan oleh kerjasama dengan VOEventNet.
Daftar Pustaka
http://www.inigis.com/search/cara-menggunakan-google-earth
http://imam-vaillah.blogspot.co.id/2012/05/teknologi-google-earth-google-earth.html
http://googleblogs-tips.blogspot.co.id/2012/05/manfaat-google-earth-dan-google-map.html
Sabtu, 26 November 2016
Jurnal Teknologi Informasi dan komunikasi
Ichsa Widitianto – 14113196
4KA31
Tugas ke-3
Transformasi
Perpustakaan Dengan Ketersediaan Teknologi
Informasi
dan Komunikasi
Tujuan :
Dengan
ketersediaan nya TIK di perpustakaan , dapat meningkatkan minat baca siswa, dan
memberikan informasi secara cepat dan tepat. Tujuan lain yaitu agar mempermudah
untuk mengakses hal-hal yang berhubungan dengan perpustakaan.
Metode :
Metode yang di lakukan yaitu merubah 3
kegiatan utama di perpustakaan yaitu :
1. Sumber-sumber
informasi (resources)
2. Layanan
perpustakaan (services)
3. Dan
pemustaka (user)
Kesimulan dan saran
Ketersediaan TIK di perpustakaan memberikan kesempatan
pengembangan perpustakaan lebih luas lagi. Perpustakaan dapat berinovasi di
berbagai bidang kegiatannya. Dan hal itu semua bergantung dari bagaimana
pustakawan sebagai pengelola perpustakaan menyikapi semuanya sebagai satu
tantangan bagi pengembangan perpustakaan dan profesi perpustakaan pada umumnya.
Minggu, 16 Oktober 2016
Arsitektur Telematika
Ichsan Widitianto
4KA31 - 14113196
1. Arsitektur Telematika
Istilah arsitektur mencakup merancang atau mendesain
sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem diolah dan
ditempatkan agar komponen tersebut dapat berinteraksi. Arsitektur sistem harus
berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari
DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan
bagaimana pemakai dapat berinteraksi dengannya. Sehingga dapat diartikan, Arsitektur
Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara
lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur
layer – layer TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi
dengan teknologi informasi.
2. Arsitektur Client-Server Telematika
Karena
keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah Arsitektur Client-Server.
Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi yang bertugas untuk membagi
pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server
terkadang menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Sedangkan
server dapat menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data
pada client. Arsitektur client – server telematika terdiri dari 2 buah arsitektur
yakni, arsitektur sisi client dan sisi servernya.
a. Arsitektur dari sisi client
Arsitektur dari sisi klien mengarah pada pelaksanaan
data pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari
sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa
ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :
- Selalu memulai permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan dari server.
- Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
- Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien.
b. Arsitektur dari sisi server
Pada
sisi server, terdapat server Web khusus yang mengeksekusi perintah dengan
menggunakan metode HTTP. Contoh dari sisi server adalah penggunaan CGI script
yang tertanam di halaman HTML, hal tersebut dapat memicu terjadinya perintah
untuk mengeksekusi. Beberapa ciri khas dari sisi server, sebagai berikut :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
- Client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar pada era ini.
1) Arsitektur Single-Tier
Pada Arsitektur Single-Tier, semua komponen produksi dari
sistem dijalankan pada komputer yang sama. Beberapa sifat dari Single-Tier
antara lain :
- Sederhana dan alternatifnya sangat mahal.
- Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
- Kelemahan pada keamanan dari arsitektur ini yaitu rendahnya dan kurangnya skalabilitas.
2) Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmuka pengguna ditempatkan di
lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server,
yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien.
Pengolahan informasi dibagi antara sistem interface lingkungan dan lingkungan
server manajemen database. Arsitektur two-tier lebih aman dan terukur daripada
pendekatan single-tier. Mempunyai database pada komputer yang terpisah
meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahannya adalah biaya yang mahal
dan arsitektur yang kompleks.
3) Arsitektur Three-tier
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab
keterbatasan pada arsitektur two-tier. Konsep model three-tier adalah model
yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasi-aplikasi
mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan. Three-tier client dan
server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna
besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan
dua tingkat. Kekurangannya adalah pengembangan lebih sulit daripada
pengembangan pada arsitektur dua lapis.
Pada tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan
diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database
lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti
pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server.
Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
- Keluwesan teknologi,
- Mudah untuk mengubah DBMS engine,
- Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda,
- Biaya jangka panjang yang rendah,
- Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan,
- Keunggulan kompetitif,
- Kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi.
Daftar Pustaka :
http://aditpato7.wordpress.com/2011/10/26/arsitektur-telematika/
http://dim24.wordpress.com/2011/10/20/arsitektur-telematika/
http://supriyaniely.blogspot.com/2012/10/arsitektur-telematika-dari-sisi-client.html
Contoh Kasus :
Kejahatan Kartu Kredit
Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari merchant luar negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya selama setahun, beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000 DM (sekitar Rp 70 juta).
Para carder beberapa waktu lalu juga menyadap data kartu kredit dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. Caranya, saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran, pada saat data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri. Akibatnya, banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan terhadap transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan kartu kredit oleh orang yang tidak berhak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal ini dikarenakan si penyerang dengan sengaja menggunakan kartu kredit milik orang lain. Kasus cybercrime ini merupakan jenis carding. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).
Solusi yang harusnya dijalankan adalah adanya cyberlaw, penggunaan enkripsi dan adanya dukungan lembaga khusus yang dapat memberikan informasi mengenai cybercrime. Namun sampai saat ini pemerintah Indonesia belum memiliki perangkat perundang-undangan yang mengatur tentang cyber crime belum juga terwujud. Cyber crime memang sulit untuk dinyatakan atau dikategorikan sebagai tindak pidana karena terbentur oleh asas legalitas. Untuk melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku cyber crime, asas ini cenderung membatasi penegak hukum di Indonesia untuk melakukan penyelidikan ataupun penyidikan guna mengungkap perbuatan tersebut karena suatu aturan undang-undang yang mengatur cyber crime belum tersedia. Asas legalitas ini tidak memperbolehkan adanya suatu analogi untuk menentukan perbuatan pidana. Untuk itu harus adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk mengatur undang-undang yang berhubungan dengan kasus ini dan juga harus bekerja sama dengan tenaga ahli di bidang telematika untuk mengurangi bahkan mencegah tindakan serupa yang bisa merugikan orang banyak.
Jumat, 30 September 2016
Teknologi Telematika
Ichsan Widitianto
4KA31
14113196
TEKNOLOGI TELEMATIKA
1.
M-Banking (Mobile Banking)
M-banking atau disebut juga
mobile banking merupakan salah satu fasilitas yang dapat digunakan secara
bergerak seperti handphone. Fungsinya sama seperti atm kecuali tidak bisa
menggambil dana.
contoh
layanan M- banking :
- Transfer dana
- Informasi saldo, mutasi
rekening, Informasi nilai tukar
- Pembayaran (kartu kredit, PLN,
telepon, handphone, listrik, asuransi)
- Pembelian (pulsa isi ulang,
saham)
Dial-up Connection
Dial-up connection merupakan suatu jenis koneksi internet ke
komputer dengan melalui kabel saluran telepon. Melakukan panggilan telepon
(dial-up) ke penyelenggaran jasa internet atau disebut juga dengan ISP
(internet service provider)
Senin, 06 Juni 2016
topik olahraga
ichsan widitianto / 14113196 / 3KA31
1. Sulit Kalahkan United di Old Trafford
Sifatnya deskripsi dan Tujuannya menginformasikan dari sejarah sejak kompetisi bergulir
Tak terkalahkan sejak 1984 jika sudah unggul terlebih dahulu.
Manchester United era Louis van Gaal sempat menerima kritikan karena tidak pernah menang comeback alias jika United sudah kebobolan lebih dulu, maka paling maksimal mereka hanya meraih hasil imbang. Begitulah yang terjadi selama ini.
Tetapi penampilan berbeda jika mereka mencetak gol terlebih dulu terutama bermain di Old Trafford. Sulit untuk mengalahkan Setan Merah di kandangnya sendiri jika mereka telah unggul terlebih dahulu. Terakhir mereka menelan kekalahan setelah unggul terjadi pada Mei 1984 dari Ipswich 1-2.
Korban keangkeran Old Trafford yang terbaru adalah Tottenham Hotspur. Malam tadi pasukan Van Gaal unggul langsung unggul telak 3-0 pada babak pertama melalui gol Marouane Fellaini, Michael Carrick dan Wayne Rooney. Skor tersebut pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Tottenham sendiri tak mampu menciptakan satu peluang pun pada babak pertama. Satu-satunya peluang mereka tercipta melalui backpass Phil Jones yang nyaris tercipta gol pada gawangnya sendiri jika saja David De Gea tak sigap di bawah mistar. Di babak kedua, Spurs sukses menciptakan satu tendangan mengarah ke gawang melalui sepakan Harry Kane dari sudut sempit namun masih bisa diamankan De Gea. Kemenangan tersebut membuat perolehan United menjadi 56 poin, terpaut satu poin dari Arsenal dan dua poin dari Manchester City.
2. United Terlalu Tangguh Bagi Spurs
Sifatnya narasi dan tujuannya adalah menginformasikan jalannya pertandingan dari kedua tim untuk mengamankan posisi.
Hantam 3-0.
Dua klub saling memperebutkan poin penuh guna amankan posisi Champions League musim depan. Tiga gol Manchester United tak mampu dibalas satupun oleh finalis Capital One Cup tahun ini di hadapan pendukung sendiri. Pemain internasional Belgia, Fellaini membuka skor kala pertandingan baru berjalan sembilan menit. Umpan terobosan dari Carrick sukses diteruskan olehnya dengan sepakan keras kaki kiri untuk menghujam gawang Spurs.
10 menit kemudian ganti giliran Carrick menceploskan bola ke mantan klubnya. Ia menyundul bola muntah hasil pemain lawan menghalau usaha dari Fellaini. Lloris tak mampu menahan kulit bundar yang mengarah ke tiang jauh. Sebuah solo run dari Rooney saat laga tak lama melewati setengah jam sukses merubah papan skor. Aksi individu kapten United membuat lini pertahanan Lilly Whites berantakan dan dengan mudah mengarahkan bola ke dalam gawang.
Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah, dan modal berharga bagi anak asuhan Louis van Gaal mengamankan posisi di tengah ketatnya persaingan.
Langganan:
Postingan (Atom)